Memahami Makna Al Quran dan Keistimewaannya
Nama: Verdi Candra Rama
Dosen Pengajar: Hendri
Firmansyah, M.
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DAKWAH
FAKULTAS USHULUDIN ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
BENGKULU
2019
KATA
PENGANTAR
Segala
puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan
salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat
limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan
tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Dakwah.
Agama sebagai sistem kepercayaan dalam kehidupan
umat manusia dapat dikaji melalui berbagai
sudut pandang. Islam sebagai agama yang
telah berkembang selama empat belas abad
lebih menyimpan banyak masalah yang perlu
diteliti, baik itu menyangkut ajaran dan
pemikiran keagamaan maupun realitas sosial,
politik, ekonomi dan budaya.
DAFTAR ISI
Kata pengantar ………………………………………………………………………......1
Daftar isi …………………………………………………………………………….......2
Bab I
pendahuluan…....…………………………………………………………………….......3
.A. Latar belakang ……………………………………………………………..........4
.B. Tujuan penulisan …………………………………………………………….......5
Bab II Pembahasan …………………………………………………………………........6
.A. Pengertian Al Qur'an ………………………………………………………........6
.B. Nama-nama Al Qur'an …………………………………………………….........7
.C. Sifat-sifat Al Qur'an ………………………………………….......................…....8
.D.Keistimewaan Al Qur'an…………………………………………………..............9
.A. Kesimpulan ………………………………………………………………….....10
BAB I
PENDAHULUAN
Al-Qur’an merupakan objek pertama dan utama pada kegiatan penelitian dalam
memecahkan suatu hukum. Al-Qur’an
menurut bahasa berarti “bacaan”
dan menurut istilah Ushul Fiqh Al-Qur’an
berarti “kalam” (perkataan)
Allah yang diturunkan-Nya dengan perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi
Muhammad SAW, dengan bahasa Arab serta dianggap beribadah membacanya. Al-Qur’an
mulai diturunkan di Mekkah, tepatnya di Gua Hira pada tahun 611 M, dan berakhir
di Madinah pada tahun 633 M, dalam jarak waktu kurang lebih 22 tahun beberapa
bulan. Ayat pertama diturunkan adalah ayat 1 sampai dengan ayat 5 Surat
Al-‘Alaq. Al-Qur’an adalah mukjizat Islam yang abadi dimana semakin maju ilmu
pengetahuan, semakin tampak validitas kemukjizatannya. Allah SWT menurunkannya
kepada Nabi Muhammad SAW, demi membebaskan manusia dari berbagai kegelapan
hidup menuju cahaya Ilahi, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus.
Rasulullah menyampaikannya kepada para sahabatnya sebagai penduduk asli Arab yang
sudah tentu dapat memahami tabiat mereka. Jika terdapat sesuatu yang kurang
jelas bagi mereka tentang ayat-ayat yang mereka terima, mereka langsung
menyanyakannya kepada Rasulullah. Para sahabat sangat bersemangat untuk
mendapatkan pengajaran Al-Qur’an Al-Karim dari Rasulullah. Mereka ingin
menghafal dan memahaminya. Bagi mereka ini merupakan suatu kehormatan. Seiring
dengan itu, mereka juga bersungguh-sungguh mengamalkannya dan menegakkan
hukum-hukumnya.
1. Apa
pengertian Al-Qura’an ?
2. Nama nama Al Qur'an?
3. Sifat sifat Al-Qur’an ?
4. Keistimewaan dari Al-Qur’an ?
Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk mendukung proses belajar Mata Kuliah “Ushul Fiqh”,
pada makalah ini, tim penulis membahas tentang pengertian Al-Qur’an, waktu
diturunkannya Al-Qur’an, hukum-hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an serta
menjelaskan penurunan Al-Qur’an dalam beberapa periode. Dengan adanya makalah
ini, tim penulis berharap mampu memudahkan kita dalam mempelajari tentang
al-Qur’an.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Definisi Al-Qur’an
Pembahasan mengenai pengertian
Al-Qur’an akan ditinjau dari dua aspek, yakni pembahasan dari sudut pandang
bahasa & dari sudut pandang syara’.
Menurut Bahasa, Qur’an pada mulanya
seperti qira’ah yaitu masdar dari qara’a, qira’atan, qur’anan. Qara’a mempunyai
arti mengumpulkan dan menghimpun dan qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan
kata-kata yang satu dengan yang lain dalam satu ucapan yang tersusun rapi.
Allah SWT berfirman :
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ
وَقُرْءَانَهُ(17) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْءَانَهُ
“Sesungguhnya atas tanggungan
Kamilah mengumpulkannya (dalam dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya.” (Al-Qiyamah
[75] : 17-18)
Qur’anah disini berarti qira’atahu
(bacaannya/cara membacanya). Kita dapat mengatakan qara’tuhu, qur’an, qira’atan
wa qur’anan artinya sama saja. Disini maqru’ (apa yang dibaca) diberi nama
Qur’an yakni penamaan maf’ul dengan masdar.
Secara syariat, Qur’an ialah
kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
yang diriwayatkan secara mutawwatir & membacanya merupakan ibadah.
Makna Al Quran dari definisi di atas
dianggap telah cukup sempurna, karena definisi harus merupakan deskripsi
realitas yang mempunyai ciri jami’ & mani’. Berikut ini penjelasan mengenai
definisi diatas:
- Kata kalamullah, berfungsi untuk mengkhususkan hanya kepada kalam Allah SWT.
- Kata merupakan mukjizat, berfungsi menjelaskan bahwa seluruh Al-Qur’an adalah mukjizat.
- Kata diturunkan, berfungsi untuk mengecualikan kalamullah yang lain.
Contoh kalamullah lainnya adalah :
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ
شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا
نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan seandainya pohon-pohon di bumi
menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi)
sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (QS.Luqman (31) :
27)
Kalimat kepada Nabi Muhammad
SAW, berfungsi untuk mengecualikan nabi-nabi & rasul yang lain.
4.
Kalimat diriwayatkan secara
mutawwatir, berfungsi untuk mengecualikan riwayat yang tidak mutawwatir.
5.
Kalimat membacanya merupakan ibadah,
berfungsi untuk mengecualikan hadits Nabawi & Qudsi.
Nama-Nama Al-Qur’an
Makna Al Quran bisa dilihat dari
nama dan sifatnya. Allah SWT menamakan Qur’an dengan beberapa nama. Manna’
Khalil Al-Qattan [Studi Ilmu-ilmu Qur’an hal 18-22] memaparkan nama & sifat
dari Al-Qur’an. Berikut nama-nama Qur’an menurut beliau :
- Al-Qur’an, Allah SWT berfirman :
إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي
لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ …
“Qur’an ini memberi petunjuk kepada jalan
yang lebih lurus.” (Al-Isra’ [17] : 9)
- Al-Kitab, Allah SWT berfirman :
لَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ
كِتَابًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
“Telah kami turunkan kepadamu
Al-Kitab yang didalamnya …” (Al-Anbiya’ [21] : 10)
- Al-Furqan, Allah SWT berfirman :
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ
الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Maha Suci Allah yang telah
menurunkan Al-Furqan kepada …” (Al-Furqan [25] : 1)
- Az-Zikr, Allah SWT berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ
وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kamilah yang telah
menurunkan Az-Zikr, …” (Al-Hijr [15] : 9)
- At-Tanzil, Allah SWT berfirman :
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ
الْعَالَمِينَ
“Dan Qur’an ini Tanzil (diturunkan)
dari Tuhan …” (Asy-Syua’ara [26] : 192)
Sifat-sifat Al Qur’an
Allah SWT melukiskan Al-Qur’an
dengan beberapa sifat, diantaranya :
- Nur (Cahaya), Allah SWT berfirman :
يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ
بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا
“Wahai manusia telah datang kepadamu
bukti kebenaran dari Tuhan-Mu & telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang
terang benderang.” (An-Nisa’ [4] : 174)
- Mauizah (Nasehat), Syifa (Obat), Huda (Petunjuk), Rahmah, firman Allah SWT :
يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ
جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai manusia, sesungguhnya telah
datang kepadamu nasehat dari Tuhanmu & obat bagi yang ada didalam dada
& petunjuk serta rahmat …” (Yunus [10] : 57)
- Mubin (Yang menerangkan), Allah SWT berfirman :
قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ
وَكِتَابٌ مُبِينٌ
“Sesungguhnya telah datang kepadamu
cahaya dari Allah SWT & Kitab yang menerangkan.” (Al-Maidah [5] :15)
- Mubarak (Yang diberkati), Allah SWT berfirman :
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ
مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ …
“Dan Qur’an ini adalah yang telah
kami berkati, membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya….” (Al-An’am
[6] : 92)
- Busyra (Khabar gembira), Allah SWT berfirman :
… مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ
وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
“…yang membenarkan kitab-kitab yang
sebelumnya dan menjadikan petunjuk serta berita gembira x bagi orang-orang yang
beriman.” (Al-Baqarah [2] : 97)
- ‘Aziz (Yang mulia), Allah SWT berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ
لَمَّا جَاءَهُمْ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ
“Mereka yang mengingkari Az-Zikr
ketika Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka pasti akan celaka). Qur’an
kitab yang mulia.” (Fussilat [41] : 41)
- Majid (Yang dihormati), Allah SWT berfirman :
بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ
“Bahkan yang mereka dustakan itu
adalah Qur’an yang dihormati.” (Al-Buruj [85] :21)
- Basyir (Pembawa khabar gembira) dan Nazir (Pembawa peringatan), Allah SWT berfirman
كِتَابٌ فُصِّلَتْ ءَايَاتُهُ
قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ(3) بَشِيرًا وَنَذِيرًا …
“Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya,
yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa khabar
gembira & yang membawa peringatan…” (Fussilat [41] : 3-4)
Keistimewaan Al-Qur’an
Selain memahami makna Al Quran,
harus dipahami juga bahwa Al Qur’an memiliki banyak keistimewaan. Banyak ulama
yang telah menulis tentang keistimewaan Al-Qur’an. Diantaranya,
- Keistimewaan bagi pembacanya dan yang mendengarkannya, Allah SWT berfirman :
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْءَانُ
فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Apabila dibacakan Al-Qur’an
(kepadamu), maka dengarkanlah baik-baik & perhatikanlah dengan tenang agar
kamu mendapat rahmat.” (Al-A’raf [7] : 204)
“Siapa saja membaca satu huruf dari
Al-Qur’an, dia akan memperoleh satu kebaikan. Dan kebaikan itu akan dibalas 10
X lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Tapi alif satu
huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud, yang
mengatakan hadits ini hasan & shahih)
- Keistimewaan bagi yang mempelajari dan mengajarkannya
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ
وَعَلَّمَهُ
“Orang yang paling baik diantara
kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an & mengajarkannya.” (HR.
Bukhari)
- Keistimewaan bagi yang mengkhatamkan & penghafalnya
“Abu Hurairah berkata, “Siapa yang
membaca Al-Qur’an dalam setiap tahun dua kali (khatam) maka ia telah menunaikan
haknya, sebab Nabi SAW membacanya kepada JIbril pada tahun kematiannya sebanyak
dua kali.” (Diriwayatkan oleh Hasan bin Ziad)
- Keistimewaan surat yang dikandungnya
“… Bacalah Az-Zahrawain, yaitu
Al-Baqarah & Ali Imran. Karena kedua-duanya akan datang dihari kiamat
seolah-olah menjadi dua tumpuk awan yang menaungi pembacanya atau menjadi dua
burung yang sedang terbang lalu datang hendak membela pembacanya …(HR. Muslim)
“Siapa saja yang membaca Al-Waqi’ah
tiap-tiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kepapaan.” (HR. Al-Baihaqi)
“Rasulullah menerangkan bahwa
sesungguhnya Qulhuwallahu ahad itu menyamai 1/3 dari Al-Qur’an.” (HR. Muslim)
“Siapa saja membaca dua ayat
terakhir Al-Baqarah tiap-tiap malam, terpeliharalah dia dari bencana.” (HR.
Ahmad)
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Al Qur'an
adalah kitab suci yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk
seluruh umat manusia agar menjadi pedoman hidup dalam memperbaiki keiman
dan ketaqwaan kepada Allah SWT. di mana Al Qur'an ini meiliki
keistimewaannya tersendiri baik makna maupun yang terkandung di dalamnya